MELIHAT DUNIA DENGAN MATA KETIGA

MELIHAT DUNIA DENGAN MATA KETIGA



Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa “Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.” (Yoh. 4:37-38).

Dunia ini penuh penderitaan" kata Helen Keller. Segera melanjutkan, "Tetapi ia juga penuh dengan usaha untuk mengatasinya." Helen Keller sudah mengambil pilihan untuk berdamai dengan kenyataan dunia yang penuh dengan penderitaan. Ia tahu, situasi masyarakat tidak mudah berubah menjadi lebih baik. Bahkan, ia juga tahu persis bahwa cacat fisik yang dimilikinya membuat hidup berat. "Mata ketiga-mata iman-memampukan kita berdamai dengan rentannya hidup kita sekaligus melihat harapan baru bagi dunia dan masyarakat yang kita layani."

Tetapi yang dengan dirinya sendiri-seluruh cacat fisik yang dialaminya sejak dua tahun Gadis buta tuli itu suatu kali berujar "Aku dapat melihat-dan itulah sebabnya aku dapat berbahagia-di dalam apa yang disebut kegelapan bagiku adalah emas. Aku dapat melihat dunia buatan Allah, bukan dunia buatan manusia. Setiap pegiat sosial, Anda dan saya perlu berdamai dengan diri sendiri sebelum berdamai dengan dunia sekelling kita, berarti kita diundang oleh kehidupan ini untuk berani mencoba melihat dunia dengan mata ketiga-mata iman.

Helen Keller sudah membuktikannya, Yesus memberi kita inspirasi yang sungguh menarik. Ada yang menabur dan ada yang menuai, kepada para murid-Nya Dia berkata bahwa mereka menuai apa yang ditabur orang lain. Sabda Yesus ini menarik, jika kita mengambil posisi bukan sebagai penuai namun justru penabur. Mereka bekerja keras menabur, tanpa melanjutkan dan menikmati secara langsung jerih payah mereka.

Acap kali karya kita juga tidak pernah menuntaskan persoalan di depan mata. Kita tak bisa menikmati hasil langsung perjuangan kita. Dunia dan masyarakat yang kita layani tampak tak berubah. bahkan tambah buruk Namun sejarah dunia belum rampung, meski kita sudah tak lagi mampu berkarya Ladang belum juga menguning sementara kita tak lagi punya kekuatan untuk bekerja. Namun, mata ketiga-mata iman-memampukan kita berdamai dengan rentannya hidup kita sekaligus harapan-harapan baru bagi dunia dan masyarakat yang kita layani

"Dunia ini penuh dengan penderitaan tetapi ia juga penuh dengan usaha untuk mengatasinya, kata Helen Keller. Berdamai dengan diri sendiri berarti bersedia memilih untuk menjadi bagian dan usaha mengatasi penderitaan ketimbang memilih untuk terpuruk ke dalam penderitaan dunia ini.